Kota Bandung – Sebuah terobosan dalam dunia pendidikan kembali disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sebuah rapat yang dihadiri sejumlah OPD Provinsi Jawa Barat.
Melalui unggahan Humas Jabar di media sosial pada Selasa (6/1/2026), Dedi Mulyadi menyampaikan rencananya membangun Sekolah Maung. Sebuah yang menurutnya akan berbasis vokasi dan kompetensi.
Meski dalam bahasa Sunda kata “Maung” berarti harimau, namun tidak berarti sama dalam penamaan sekolah yang secara khusus mencetak generasi muda Jawa Barat yang unggul dan siap kerja itu.
Baca juga: Pokja Bandung Barat Minta DLH Transparan Soal Penggunaan Anggaran 2025
Sekolah Maung yang merupakan akronim dari “Manusia Unggul” itu menurut Dedi Mulyadi akan direalisasikan Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan mulai 2026.
“Dinas Pendidikan tahun ini kita bikin sekolah “Maung” (Manusia Unggul) dengan 6 jurusan, yaitu jurusan Teknologi Informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan,” jelas KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi).
Pernyataan menarik juga disampaikan KDM dalam pertemuan tersebut, yakni terkait anggaran pembangunan sekolah Maung yang menurutnya akan diperjuangkan sekuat tenaga.
Baca juga: Wali Kota Cimahi Sebut Sinergitas Bersama DPRD Jadi Kunci Capaian Pembangunan 2025
KDM bilang, jika pun harus berutang untuk merealisasikan rencananya tersebut, dirinya memastikan akan melunasinya selama ia memimpin Jawa Barat.
“Andaikata pun nganjuk (berutang), bukan untuk diwariskan bagi generasi berkutnya menanggung beban hutang, kita selesaikan pada periode saya memimpin, itu pemimpin yang bertangung jawab,” tandasnya.
Di sisi lain, ia bertekad untuk berupaya agar hal tersebut tidak terjadi. Artinya, pembangunan Sekolah Maun tetap diusahakan terwujud tanpa meninggalkan utang.***(Heryana)
























