Orang Tua Bocah Meninggal Tersengat Listrik Penerangan Gang Sesalkan Kronologi yang Beredar

Bandung Raya109 Dilihat

Kota Cimahi – Duka mendalam masih dirasakan Deni (40), ayah dari MPS (5) yang meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik pada tiang pampu penerangan jalan gang (PJG) 21 Desember 2025 lalu.

Duka bahkan trauma tersebut seakan masih belum bisa mereda ketika mengingat narasi warganet yang menyebut jika korban tersengat listrik akibat memanjat salah satu tiang PJG di Kelurahan Cibeureum, Cimahi Selatan itu.

Narasi tersebut sangat bertolak belakang dengan Deni yang mengungkapkan bahwa peristiwa memilukan itu terjadi saat anak kesayangannya itu menepi di gapura gang untuk membetulkan sandalnya yang terlepas.

Baca juga: Hadapi Dilema Berat, di Usia Hampir Seabad Hotel Tjimahi Kini Ikhlas Dilepas

Dalam kondisi hujan, korban menurut Deni membetulkan sandalnya yang terlepas sambil tanpa sengaja memegang tiang PJG seperti untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

Nahas, korban yang saat itu dalam perjalanan pulang dari rumah saudaranya justru ambruk dan mennggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik dari tiang PJU yang dipegangnya.

“Waktu itu anak saya kehujanan dan bajunya basah, saat bermaksud membetulkan sandalnya karena terputus, lalu memegang tiang PJG. Saat itulah tersengat aliran listrik,” jelas Deni kepada Limawaktu.com, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Sekolah Maung, Terobosan KDM Bangun Generasi Muda Jabar Unggul dan Siap Kerja

Meski Deni bersama istrinya mengaku ikhlas atas kepergian buah hatinya itu, mereka masih sangat berharap agar kronologi insiden maut itu diluruskan, tidak seperti yang beredar selama ini.

Ia juga meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui dinas terkait, agar tidak lalai atas proyek pemasangan PJG yang hingga kini masih dikerjakan, demi menghindari peristiwa serupa.

“Saya meminta dinas terkait khususnya (Dinas Perhubungan) untuk dapat melakukan pengawasan dilapangan dengan baik guna menghindari korban lainnya di Kota Cimahi,” ujarnya.

Baca juga: Pokja Bandung Barat Minta DLH Transparan Soal Penggunaan Anggaran 2025

Di tengah rasa trauma yang menghantui, Deni dan sang istri masih mengapresiasi Wali Kota Cimahi Ngatiyana, yang sudah bertakjiah ke kediamannya.

Dalam kunjungannya bersama dinas terkait, Deni menyebut Wali Kota juga sekaligus menyerahkan santunan yang ia terima secara langsung.

Sementara itu, Kabid Angkutan dan PJU pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Iwan Ridwan, mengaku mengetahui peristiwa tersebut. Bahkan pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Baca juga: Wali Kota Cimahi Sebut Sinergitas Bersama DPRD Jadi Kunci Capaian Pembangunan 2025

“Saya sudah menyerahkan bantuan yang berasal dari pengusaha (pelaksana proyek PJG) sebesar Rp10 juta kepada orang tua korban, ditambah Rp30 juta dana asuransi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iwan mengatakan pihaknya tak memberikan sanksi apapun kepada pelaksana proyek pemasangan PJG, selain santunan yang diberikan pengusaha kepada keluarga korban.

“Sanksi sih tidak ada, tapi kami memberikan santunan kepada keluarga korban. Saat ini PJG tersebut masih dalam masa pemerliharaan oleh pihak pengusaha belum diserahterimakan,” ucapnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *