Disdik Bandung Barat Pastikan Kegiatan Sekolah Pasca Longsor Cisarua Tetap Berjalan: Terapkan KBM Daring

Bandung Raya122 Dilihat

Bandung Barat – Kegiatan belajar mengajar di tiga sekolah yang berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat tetap berjalan meski diberlakukan sistem dalam jaringan (daring).

Seluruh siswa yang terdampak bencana longsor Cisarua masih dapat mengikuti pembelajaran daring di SD Pasirlangu, SD Karya Bhakti, dan SD Cinta Bhakti, yang kini bangunannya digunakan sebagai posko pengungsi.

“Mulai hari senin saya sudah memberikan arahan kepada kepala sekolah dan guru, bahwa proses belajar mengajar tidak terganggu karena memakai sistem daring,” kata Asep Dendih, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca juga: Termasuk Anggota Marinir, KDM Pastikan Seluruh Korban Longsor Cisarua Dapatkan Santunan

Menurutnya, digunakannya gedung sekolah menjadi posko pengungsi menjadi salah satu alasan dilakukannya KBM secara online. Pihaknya yakin KBM akan berjalan lancar dengan pengalaman serupa saat pademi Covid-19.

Terkhusus untuk anak-anak yang terdampak langsung bencana, Disdik KBB kata Asep, memberikan materi pembelajaran trauma healing. Bahkan traumahealing juga diberikan kepada para tenaga didik yang terdampak.

Pembeajaran khusus dengan trauma healing dilakukan pihaknya melalui koordinasi bersama Kementerian terkait, serta DP3AKB Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga: Menteri Purbaya Respon ‘Nyanyian’ Mantan Wamenaker Sebut Akan Bernasib Sama

“Jadi, trauma healing itu bukan hanya untuk siswa, tapi juga untuk guru lewat edukasi, agar mereka bisa tabah menghadapi bencana hebat ini.

Sedikitnya terdapat 280 siswa dari tiga SD di Desa Pasirlangu yang harus mengikuti proses KBM secara online, sambil menanti keputusan untuk dapat kembali menggunakan gedung sekolah mereka sebagai sarana belajar secara normal.

“Saya terus berkoordinasi dengan BPBD dan lainnya. Nanti akan ada informasi khusus menyatakan bahwa ini tuh sudah dalam keadaan aman untuk pengamanan yang terdampak bencana,” ujarnya.

Baca juga: Dampak Pengurangan TKD, Bupati Bandung Minta OPD Prioritaskan Realisasi Janji Politik

Diketahui, dua siswi SD Karya Bhakti menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa memilukan tersebut. Semenatra dari tenaga pengajar dipastikan Kadisdik tak ada yang meninggal dunia.

Keluarga kedua siswi yang menjadi korban tersebut telah mendapat kunjungan Kementerian, Pemprov Jabar, hingga Disdik KBB. Mereka dikatakan Asep, bahkan telah mendapatkan santunan.

“Kementerian juga sudah melihat keadaan sekolah, nanti bisa berkolaborasi dalam pembangunan dan pembenahan sekolah supaya lebih layak digunakan untuk KBM,” sambungnya.

Baca juga: Komisi III DPR Akan Panggil Kapolres dan Kajati Sleman Usai Tersangkakan Pengejar Jambret

Kepada seluruh sekola di KBB, Asep Dendi mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi yang terjadi saat ini , termasuk kondisi cuaca, untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *