Disbudpar Bandung Barat Ungkap Perbaikan Jalan Dorong Kelancaran Wisata Libur Nataru

Bandung Raya63 Dilihat

Bandung Barat – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengapresiasi kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah melakukan perbaikan sejumlah jalan provinsi.

Perbaikan jalan diakui Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud (KBB), David Oot, memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas menuju sejumlah destinasi wisata.

“Alhamdulillah Pak Gubernur KDM sudah melakukan perbaikan jalan provinsi yang ada di Lembang dan sekitarnya. Juga yang dilakukan Bupati Bandung Barat Pak Jeje sendiri, terkait kualitas jalan yang menuju setiap destinasi,” kata David.

Baca juga: Ratusan Ton Jagung Hasil Panen Raya Polda Jabar Dukung Program Ketahanan Pangan

Baiknya kondisi jalan menurut David memberikan kontribusi terhadap upaya meminimalisasi kemacetan, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berlibur ke KBB.

Kondisi demikian juga berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada libur Nataru 2025/26 yang mencapai total 333.018 wisatawan, pada periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

“Dari data kunjungan momen Nataru kemarin, itu menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata totalnya 333.018 wisatawan di momen Nataru kemarin,” ungkap David.

Baca juga: Sempat Tertunda, Hari Ini Pemprov Mulai Bayar Kontraktor Proyek Infrastruktur Jawa Barat

Data tersebut, lanjut David, diambil dari 16 destinasi wisata di KBB yang dijadikannya sebagai sampel. Keenam belas objek tersebut diantaranya Lembang Park and Zoo, Dusun Bambu, Terminal Wisata Cikole, dan The Great Asia Afrika.

Juga termasuk Farm House,Floating Market, Maribaya Hot Spring, Tepi Danau. Wahoo Water World, objek wisata baru Nice Park, hingga objek wisata yang dikelola masyarakat lewat Pokdarwis, yakni Stone Garden.

Lembang disebutnya merupakan wilayah dengan jumlah kunjungan terbesar dibanding wilayah lainnya di KBB. Hal tersebut juga tak lepas dari banyaknya destinasi di kawasan tersebut.

Baca juga: Bupati Bandung Minta Dinas Pertanian Hapus Program Tak Sesuai Upaya Swasembada Pangan Nasional

“Dari jumlah kunjungan yang terjadi, kami ranking 5 besar, yaitu Lemang Park and Zoo, Floating Market, Dusun Bambu, Wahoo Water World, dan Nice park,” tambahnya.

Kelima destinasi tersebut Disparbud KBB memperhatikan pelayanan, termasuk menyangkut kebersihan, kenyamaan, serta kemampuan pengelola menciptakan suasan yang membuat pengunjung nyaman selama berada di lokasi.

Peningkatan kunjungan wisata di libur Nataru juga terpantau dari okupansi hotel, penginapan, dan sejenisnya yang menyentuh angka 69 persen. Angka tersebut, kata David, mengalami kenaikan 5 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: Begini Penjelasan KDM Soal Pemprov Jabar Setop Bantu Biaya Operasional Masjid Raya Bandung

“Kalau untuk jumlah hotel yang terdata itu kurang lebih ada 385, baik kategori bintang 1 sampai 5, bahkan ada juga guesthouse, villa, dan akomodasi lainnya seperti Homestay,” sebutnya.

Disinggung soal kemacetan yang terjadi di sejumlah kawasan wisata, David menyebut hal itu menjadi salah satu indikator positif peningkatan kunjungan.

Kendati demikian, pihaknya bersama jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan tetap melakukan antisipasi mengurangi tingat keparahan kemacetan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan.

Baca juga: Orang Tua Bocah Meninggal Tersengat Listrik Penerangan Gang Sesalkan Kronologi yang Beredar

“Macet bagi pariwisata bisa berarti positif, karena pariwisata bisa diartikan bagus perkembangannya bila ada pergerakan manusia. Itu dapat kita minimalisasi dengan kolaborasi bersama kepolisian dan Dishub,” imbuhnya.

Lebih dari itu, kualitas jalan yang baik menuju destinasi wisata juga disebut David Oot menjadi komponen penting dalam menentukan tingkat kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *