Tinjau Banjir Dayeuhkolot, Wagub Jabar Sayangkan Masih Ada Tumpukan Sampah di Sungai

Jawa Barat250 Dilihat

Kabupaten Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan kekecewaannya saat menyaksikan secara langsung tumpukan sampah di sodetan Sungai Citarum.

Kondisi tersebut ia lihat saat melakukan peninjauan ke beberapa titik terdampak banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (8/12/2025).

Banyaknya sampah menurut Erwan Setiawan, merupakan dampak dari belum tuntasnya penanganan sejak hulu. Padahal pengagkutan dan pengerukan sedimentasi sungai akibat sampah kerap dilakukan.

Baca juga: Lewati Penantian Panjang, Puluhan Pegawai Disdamkar Kabupaten Bandung Akhirnya Raih Status PPPK

“Percuma kalau terus -terusan seperti ini. Harus ditelusuri asal muasalnya dari mana sampah- sampah yang ke sungai ini,” kata Wagub Erwan.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penanganan banjir tak hanya dilakukan setelah kejadian, tetapi juga melakukan segenap upaya untuk memastikan peristiwa serupa tak lagi terulang di kemudian hari.

Penyelesaian, lanjut Erwan, harus dilakukan dengan merumuskan sebuah kajian yang dilakukan bersama seluruh unsur pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat.

Baca juga: Prabowo Sebut Bupati Aceh Selatan Ibarat Tentara Desersi, Ancam Proses Pencopotan

“Kita harus segera duduk bersama, buat kajian yang tepat untuk masalah ini bagaimana meminimalisir bencana banjir yang setiap hujan pasti terjadi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia megingatkan bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melakukan moratorium izin pembangunan perumahan di kawasan Bandung Raya, yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar Nomor 177/PUR.06.02.03/DISPERKIM.

Kebijakan stratgis tersebut menurutnya merupakan langkah nyata yang kini tengah diupayakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, berkaitan dengan bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Gunakan Helikopter, Sebuah Genset Diangkut BNPB Siap Terangi Rumah Sakit Takengon Aceh

Penangananan disebut Erwan telah dilakukan selama uluhan tahun dengan mengeluarkan segenap kemampuan, termasuk biaya yang nilainya mencapai triliunan rupiah, namun belum memperoleh hasil signifikan.

Untuk itu, ia menekankan agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan melalui keputusan yang tepat. Hal demkian, lanjut Erwan, bisa dilakukan dengan duduk bersama seluruh stakeholder.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *