Tingkatkan Komunikasi dan Sosialisasi, Baznas Kabupaten Bandung Berikan Muzaki Penghargaan

Bandung Raya198 Dilihat

Kabupaten Bandung – Ketua Baznas Kabupaten Bandung H Yusuf Ali Tantowi mengungkapkan tinggnya potensi zakat, infak, dan shodaqoh di Kabupaten Bandung cukup tinggi. Hal itu bisa dihimpun maksimal jika dibangun komunikasi yang baik antar pihak.

Maka dari itu, Baznas Kabupaten Bandung memberikan pengharagaan kepada para muzaki (pemberi zakat)serta sejumlah pihak baik individu maupun lembaga yang konsisten menyalurkan melalui Baznas.

Hampir 200 penghargaan diberikan kepada lembaga zakat lain, hingga unsur internal Baznas sendiri, yakni unit penghimpun zakat (UPZ), serta para agniya, dalam acara yang berlangsung di Gedong Budaya Sabilulungan, Selasa (23/12/2025).

Baca juga: Berlibur ke Bandung? Perhatikan Hasil Pemetaan Polres Cimahi Jalur Aman Libur Nataru

“Harapannya adalah dengan ini membangun komunikasi dan interaksi antara kita dengan para muzaki, muwafik dan lainnya, dengan harapan kedepannya pengimpunan zakat di Kabupaten Bandung bisa meningkat,” ungkap Yusuf.

Melalui kegiatan tersebut, ia juga beharap partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat dapat mengalami peningkatan, terlebih jika mengingat besarnya potensi hal itu di Kabupaten Bandung.

Disinggung soal kriteria penilaian yang dilakukan Baznas sendiri dalam menentukan pihak penerima penghargaan, Yusuf menyebut beberapa diantaranya berkaitan dengan manajemen, tingkat kooperatif, dan konsistensi muzaki.

Baca juga: Wings Air Mendarat Tandai Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

“Kami juga menilai istiqomahnya dalam berzakat, infak, dan sedekah ke kami, nilai nominal yang terhimpun , dan kontinuitas, alhamdlillah hari ini bisa terselenggara,” ujarnya.

Dalam keterangnnya kepada awak media, Yusuf menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antar pihak dalam upaya meningkatkan penghimpunan zakat yang potensinya cukup besar.

Dirinya mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih banyak masyarakat yang belum paham terkait penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas.

Baca juga: Malam Pergantian Tahun KDM Liburkan Angkot dan Becak di Kota Bandung

“Di masyarakat itu sebetulnya zakat, infak itu sudah tersebar, akan tetapi banyak yang belum paham sehingga penyalurannya tidak kepada lembaga resmi,” ujarnya.

Maka acara pemberian penghargaan kata Yusuf, juga menjadi sarana sosialisasi dengan harapan para penerima penghargaan dapat menyebarluaskan informasi keberadaan Baznas sekaligus cara penyaluran zakat yang benar.

Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menyampaikan penjelasannya jika jumlah penghimpunan zakat, infak, dan shodaqoh di Kabupaten Bandung melalui lembaganya itu sealu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Masuki Tahap Finishing, Flyover Nurtanio Mulai Dilintasi Kendaraan

Ia mencontohkan, pada 2024 lalu pihaknya berhasil menghimpun Rp12,2 miliar, meningkat menjadi Rp16,7 miliar pada 2025.

Terkait penyalurannya, dijelaskan Yusuf jika Baznas berpatokan pada Al-Quran yang memuat penjelasan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan permintaan dan tidak berdasarkan permintaan.

“Artinya, sistem penyaluran kita bahwa kita juga menerima proposal yang masuk, kemudian kita verifikasi apakah sesuai dnegan kenyataannya atau tidak, baru kita bantu.

Baca juga: Posisi Persib Bandung di Klasemen Super League Pasca Tumbangkan Bhayangkara FC 2-0

Jika pun tak ada pihak yang mengajukan bantuan, Yusuf memastikan distribusi bantuan akan tetap berjalan melalui UPZ yang terjun langsung ke lapangan hingga mendapati berbagai persoalan sosial yang memerlukan bantuan.

Bahkan inisiatif bantuan juga disalurkan bagi korban terdampak bencana, baik bersifat lokal, maupun antar provinsi seperti bantuan untuk korban bencana Sumatra.

“Untuk bencana Sumatra kita sedang menggalang dana. Nanti dari ASN Kabupaten Bandung juga dititipkan kepada Baznas, kemudian kita salurkan ke lokasi bencana,” jelasnya.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *