Kabupaten Bandung – Suasana malam minggu (14/12/2025) di Siloka Nusantara Resto anda Lounge, Soreang, Kabupaten Bandung, tampak semarak dengan kehadiran 100 SUV andalan Mitsubishi, Pajero Sport.
Mereka datang dari berbagai daerah dan berkumpul dalam acara pengukuhan Pimpinan Pusat Pajero Sport Indonesia atau yang identik dengan nama PS.ID.
Ketua Umum sekaligus Pimpinan Pusat PS.ID, Asep mengatakan, komunitas owner Mitsubishi Pajero Sport itu berdiri sangat natural berdasarkan keinginan bersama membangun sebuah komunitas yang memberi banyak manfaat positif.
Baca juga: Festival Sangkuriang Jadi Simbol Harmonisasi Puluhan Etnis di Cimahi
“Pertama kali kita kumpul 18 Oktober 2025, karena kita ingin belajar berkomunitas dengan lebih baik. Maka dari itu, perlu sebuah jati diri dengan mulai harus punya nama, seragam, dan aturan atau anggaran dasar,” ungkap Asep.
Menariknya, seluruh identitas yang dimaksud Asep dibuat dengan melibatkan seluruh member melalui saran dan usulan yang disampaikan. Sehingga menurutnya, tidak muncul ego sektoral dalam PS.ID.
Komunitas ini juga lahir dan berpusat di Bandung, berbeda dengan komunitas lain yang umumnya berpusat di Ibu Kota.
Baca juga: Puluhan Warga Jabar Masih Terisolir di Aceh, KDM Siapkan Helikopter Penjemput
“Pusat kita ini di Bandung, dengan harapan PS.ID bisa menjadi cikal bakal tumbuh dan berkembang ke daerah-daerah,” kata Asep.
Sekjen PS.ID, Ican menambahkan, terdapat tantangan dan kelebihan tersendiri ketika sebuah komunitas berpusat bukan di Ibu Kota, yakni adanya effort tinggi untuk bisa merangkul member di berbagai daerah se-Indonesia.
“Kita mencoba pimpinan pusat itu di Bandung. Bagaimana kita bisa merangkul teman-teman se-Nusantara, itu merupakan sebuah tantangan tapi menyenangkan. Dan kelebihannya, jarang ada komunitas yang pusatnya di luar Ibu Kota,” ucapnya.
Baca juga: Selain Mitigasi Bencana, KDM Datangi KPK Bahas Soal Ini
Perbedaan kultur, bahasa, dan budaya setiap daerah menurut Ican, juga menjadi hal menarik ketika seluruhnya dapat terangkum dan berkembang bersama dalam sebuah komunitas.
Sementara menurut Humas PS.ID, Fendy, perkembangan teknologi digital dan media sosial juga memberikan kemudahan bagi komunitas untuk menyebarkan informasi terkait berbagai kegiatan hingga profil.
“Saya fokus saat ini di sosmed, setiap kegiatan kita itu kita up ke sosmed kita, sehingga orang bisa melihat apa sih PS.ID ini. Orang nanti akan melihat juga profil kita hingga bagaimana join dengan kita,” ujarnya.
Pria yang pernah menghabiskan waktu sepekan untuk touring ke bali itu juga menyebut sosial media berhasil membantunya dalam mempublikasikan acara, sehingga 100 owner Pajero Sport berkumpul dalam suasana silaturahmi yang hangat malam itu.
Sang Ketua Umum, Asep menegaskan, PS.ID berdiri bukan hanya berbicara brand kendaraan. Lebih dari itu, bertujuan untuk membangun komunitas yang dilandasi semangat kekeluargaan.
“Kita memang berasal dari sebuah brand mobil, tapi ini bukan hanya bicara tentang kendaraan, justru dari kendaraan ini juga kita bisa membangun persaudaraan,” kata Asep.
Baca juga: Prabowo Sebut Bupati Aceh Selatan Ibarat Tentara Desersi, Ancam Proses Pencopotan
Dalam satu tahun ke depan, seluruh Pimpinan Pusat yang dikukuhkan malam itu memiliki tugas yang cukup padat berupa penyusunan agenda hingga membentuk chapter di beberapa daerah.
“Kita ini sudah ada progres yang akan dibentuk, yaitu tuan rumah sendiri chapter Bandung, kemudian chapter Cianjur-Sukabumi, Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang), dan Bekasi. InsyaAllah minggu ini juga chapter-chapter akan terbentuk karena member kita sudah ada,” tutup Asep.
Dalam acara pengukuhan Pimpinan Pusat, PS.ID juga mengundang beberapa komunitas Pajero dan komunitas pabrikan kendaraan lainnya. Menurut Asep, hal itu bertujuan memperat persaudaraan dengan komunitas lain.
Baca juga: Tinjau Banjir Dayeuhkolot, Wagub Jabar Sayangkan Masih Ada Tumpukan Sampah di Sungai
“Yang jangan lupa itu keunikan lain di PS.ID, dimana kita tidak melihat usia, background, atau bahkan jabatan, semuanya merata dengan panggilan “Om”. Dan setiap kita kopdar itu 70 persennya bercanda, tetapi ada benang merahnya yang tetap kita dapatkan,” kata Ican.***(Heryana)
























