Kabupaten Bandung – Memasuki masa libur Natal dan tahun baru (libur Nataru) jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung mulai mengalami peningkatan. Hal tersebut ditandai dengan mulai meningginya jumlah kendaraan yang datang.
Untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung melakukan ramp check (pemeriksaan) terhadap setiap kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Bandung.
Analisis Kebijakan Muda pada Dishub Kabupaten Bandung, Rahmadi mengatakan, kegiatan ramp check dilaksanakan pihaknya bersama Polresta Bandung pada pukul 08.00 sampai 10.00 WIB di pintu masuk Kabupaten Bandung atau exit tol Soroja, Soreang, Minggu (28/12/2025).
Baca juga: Kemenangan Persib Atas PSM Panaskan Perebutan Puncak Klasemen Super League
“Ramp check kita lakukan pada jam 8-10, karena di jam itu banyak kendaraan terutama dari Jabodetabek mulai keluar tol Soroja sebelum menuju kawasan wisata di sini,” kata Rahmadi.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi di exit tol Soroja karena sebagai titik dimulainya perjalanan wisatawan menuju kawasan wisata yang berada di wilayah Ciwidey dan Pangalengan.
“Kami, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Polresta Bandung melakukan ramp check atau pengecekan kendaraan yang akan menuju ke kawasan wisata, terutama ke Ciwidey dan Pangalengan,” ujarnya.
Baca juga: Rem Mendadak Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali
Beberapa aspek menjadi sasaran pemeriksaan petugas, mulai dari aspek administrasi, aspek teknis, seta pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan pengemudi dan awak bus.
Pada sisi administrasi, petugas memastikan setiap bus wisatawan membawa lengkap dokumen seperti SIM, STNK, hingga surat hasil pengujian kendaraan. Sementara dari aspek teknis, pemeriksaan dilakukan pada sejumlah komponen kendaraan, mulai dari kemudi, pengereman, ban, serta komponen lainnya.
“Tidak hanya kendaraan, kita juga periksa kesehatan awak bus dan pengemudinya. Karena kita juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” imbuhnya.
Dishub Kabupaten Bandung akan menempelkan stiker bagi kendaraan yang dinyatakan laik jalan. Sementara bagi yang tidak jalan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan. Sementara untuk penumpangnya dipastikan Rahmadi akan diantar menuju objek wisata menggunakan kendaraan pengganti.
“Untuk kendaraan yang tidak laik jalan kita berhentikan disini dan ada kendaraan pengganti untuk mengantar wisatawan ke atas. Itu seperti kita lakukan pada tanggal 24 lalu, ada kendaraan yang tidak laik jalan,” tutup Rahmadi.***(BS)

























