Kota Cimahi – Setelah melalui serangkaian proses seleksi terbuka yang dilakukan panitia seleksi (pansel), akhirnya terpilih Dr. Maria Fitriani, S.Sos., M.M., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi.
Pelantikan Sekda Kota Cimahi dipimpin oleh Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiyana S.A.P, di Aula Gedung A komplek Pemerintahan Kota Cimahi, Kamis (28/8/2025).
Dalam amanatnay, Wali Kota Ngatiyana menjelaskan bahwa dilantiknya Seda Kota Cimahi definitif menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi di lingkungan pemerintahan kota, hingga inovasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik.
Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Home Industri Tembakau Sintetis Bermodal Ilmu dari Media Sosial
“Kita harus bekerja secara efektif, efisien, dan fokus pada kepentingan masyarakat,” ucap Ngatiyana.
Ia menegaskan agar penggunaan anggaran benar-benar dilakukan dengan memperhatikan efektivitas dan efisiensi, dengan berfokus pada pprogram prioritas dan mengurangi anggaran bagi belanja yang tidak memberi manfaat signifikan.
Sementara itu, Maria Fitriani menyampaikan komitmennya untuk segera berkoordinasi dan melakukan konsolidasi di dalam lingkungan Pemkot Cimahi, untuk mempercepat implementasi berbagai program pembangunan di Kota Cimahi.
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Pegawai, Kanwil BPN Jawa Barat Beri Arahan Mitgasi Risiko Layanan
“Saya akan mengkomunikasikan visi dan misi pimpinan kepada seluruh OPD, menata rencana perubahan, serta menyusun anggaran 2026 secara tepat sasaran,” kata Maria.
Sejalan dengan pesan Wali Kota, Maria berjanji akan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial, serta mengarahkan program pembangunan 2026 pada infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Seperti diketahui, Maria Fitriani bersama dua kandidat kuat lainnya, yakni Ahmad Nugraha (Kadisbudparpora) dan Hendra Gunawan (Kadiskominfo) mengikuti proses seleksi Sekda Kota Cimahi.
Baca juga: Pengusaha Hotel Jaringan Internasional Ini Optimis Bisnis Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Pesat
Proses seleksi transparan dilakukan paniia seleksi yang terdiri dari akademisi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) dan Universitas Pasundan (Unpas), mantan komisioner KASN, serta asesor dari Pemprov Jabar.***(Heryana)