Kabupaten Bandung – Sebanyak 63 rumah terdampak angin puting beliung di Kabupaten Bandung akan segera diperbaiki setelah terlebih dahulu dilakukan asesmen oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang meninjau lokasi bencana angin puting beliung memastikan perbaikan puluhan rumah warga akan segera dilakukan melalui program bedah rumah oleh Pemkab Bandung.
Data puluhan rumah rusak menurut Dadang juga dipastikan telah diterima Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung sebagai eksekutor dalam proses perbaikan.
Baca juga: DPRD Kota Cimahi Pertanyakan Kontribusi Apindo dalam Pembangunan Daerah: Mereka Cari Uang di Cimahi
“Di Kabupaten Bandung ternyata ada 63 rumah yang terkena angin puting beliung dan tentunya sudah dilaporan dari BPBD kepada Disperkimtan Kabupaten Bandung,” ungkap Bupati saat meninjau lokasi rumah yang terdampak di Kecamatan Bojongsoang, Sabtu (11/4/2026).
Meski asesmen akan dilakukan pada Minggu (12/4/2026) pihaknya tak menunda perbaikan terhadap rumah yang rusak parah dan nyaris ambruk. Seperti yang terjadi pada rumah milik Suherman, warga Kecamatan Bojongsoang.
Terdapat enam unit rumah di RW 16, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang yang mengalami kondisi sangat parah dan memerlukan penanganan keparahan akibat bencana tersebut.
“Hari ini pemiliknya sementara tinggal di kontrakan, dan besok atau lusa kita perbaiki melalui program bedah rumah,” jelasnya.
Ia berharap rumah yang diperbaiki nantinya dapat segera ditempati kembali oleh pemiliknya. Dadang juga menegaskan bahwa perbaikan rumah terdampak angin puting beliung berlaku untuk seluruhnya.
Bencana angin puting beliung menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bandung pas Jumat (10/4/2206). Kencangnya tiupan angin menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bahkan diantaranya hampir mengalami ambruk.
Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Keseruan Reuni SMPN 4 Bandung Angkatan 1987
Bupati mengimbau warganya untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras, angin kencang, serta kerusakan infrastruktur.***(Heryana)

























