Kematian Dua Anak Harimau Tuai Sorotan Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

Bandung Raya859 Dilihat

Kota Bandung – Kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung mendapat sorotan tajam serta menimbulkan pertanyaan seputar pengelolaan objek wisata ikonik Kota Bandung itu.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahkan mengaku terpukul atas kematian dua anak harimau tersebut, hingga menegaskan akan melakukan evaluasi pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

Menurut Farhan, evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Kebun Binatang Bandung akan dilakukan pihaknya degan menggandeng pemerintah provinsi dan pusat.

Baca juga: Dadang Supriatna Pertanyakan Aset Tanah Kabupaten di Kota Bandung

“Kasus ini harus menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem pengelolaan secara total,” tegas Farhan.

Dengan statusnya kini sebagai lembaga konsevasi, Kebun Binatan menurutnya dituntut mampu menjaga reproduksi satwa langka, termasuk pengembangbiakan satwa endemik daerah.

Dirinya menargetkan pembenahan selesai dilakukan dalam sebulan ke depan. Dala engelolaan ke depan, Pemkot Bandung akan menunjuk lembaga konservasi sebagai mitra resmi.

Baca juga: Beri Honor Puluhan Guru Agama Kristen Jadikan Cimahi Kota Paling Toleransi se-Jabar

Meski terdapat peristiwa yang tak diharapkan dengan kematian dua anak harimau itu, Farhan masih optimis bahwa kebun biatang cukup kapabel dalam soal penangkaran.

Hal tersebut terbukti dari keberhasilan melahirkan harimau betina pada 2019 lalu yang diberi nama Donggala. Anak harimau tersebut merupakan hasil penangkaran dari induk pejantan yang sama.

Diketahui berdasarkan keterangan ahli, kematian dua anak harimau berumur delaan bulan di kebun binatang disebabkan serangan virus panleukopenia yang berkembang gas dan akut dalam sepekan.

Baca juga: Usai Tuai Kekecewaan Warganet, Pria Berjoget Kabarkan SPPG Miliknya Diberhentikan BGN

“Meski tergolong virus yang umum, namun ketika menyerang kucing besar usia muda, tingkat fatalitasnya sangat tinggi,” kata Farhan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *