Bandung Barat – Sebanyak 53 jenazah berhasil dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan hingga hari kelima pencarian dan evakuasi korban bencana longsor Cisarua, Rabu (28/1/2026), pukul 16.00 WIB.
Bersama hasil pencarian signifikan tersebut, tim SAR gabungan sekaligus melaporkan bahwa masih ada 27 korban lainnya yang kini tengah diupayakan tim dalam proses pencarian
Puluhan kantong jenazah tersebut, kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian, telah diserahkan kepada Polda Jawa Barat melalui tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk dilakukan identifikasi.
Baca juga: Serahkan Bantuan Longsor Cisarua, Mentan Ungkap Rencana Tanami Area Bencana dengan Tanaman Keras
Hingga Selasa (27/1/2026) sore, juga dilaporkan terdapat 37 jiwa dari puluhan korban yang dievakuasi berhasil teridentifikasi.
“Seluruh personel di lapangan berkomitmen untuk bekerja secara maksimal, profesional dan humanis demi menemukan korban yang dinyatakan hilang,” kata Ade di lokasi bencana.
Upaya penanganan terus dilakukan beragai pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berfokus menangani para pengungsi.
Baca juga: Tuduhan Berbuah Manis, Penjual Es Gabus Dibanjiri Dukungan Hingga Kapolres Hadiahi Sepeda Motor
Menurut keterangan Kepala BNPB, Suharyanto, para pengungsi yang sejak awal berada di Aula kantor Desa Pasirlangu akan dipindahkan ke hunian sementara (huntara).
Namun, pihaknya menjelaskan bahwa ada dua pilihan yang ditawarkan kepada pengungsi, yakni tinggal di huntara yang dibangun oleh pemerintah. Di sini, warga terdampak dapat langsung menempati tanpa biaya.
Opsi kedua juga ditawarkan pemerintah, yaitu setiap keluarga dapat memilih sendiri hunian sementara mereka dengan biaya hunian sebesar Rp600.000 yang akan dibayar oleh pemerintah per bulan.
Baca juga: Klarifikasi Anggota Bhabinkamtibmas Usai Tuding Penjual Es Gabus: Kami Menyimpulkan Terlalu Cepat
Sesuai istilahnya, warga terdampak yang tinggal di huntara kurang dari tiga bulan, hingga Maret 2026, atau hingga pembangunan hunian tetap selesai.
“Rumah milik masyarakat itu akan dibangun kembali di tempat baru yang lokasinya aman dari bencana,” jelas Suharyanto.
Dirinya juga mengatakan, terdapat 48 rumah terdampak bencana longsor Cisarua. Angka tersebut masih berpotensi berubah, seiring proses pendataan yan terus dinamis dan berkembang.***(Heryana)

























