Gerak Cepat Dinkes Jabar Tangani Kesehatan Penyintas Bencana Longsor Pasirlangu: Kami Punya Tim URC

Bandung Raya17 Dilihat

Bandung Barat – Kesehatan menjadi hal yang sangat memerlukan perhatian bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Beruntung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) telah memiliki tim unit reaksi cepat (URC) yang selalu siaga dan siap terjun ke lokasi bencana.

Hal tersebut juga diungkapkan Kepala Dinkes Jabar dr Vini Adiani Dewi saat berada di loaksi bencana tanah longsor Pasirlangu, Minggu (25/1/2026).

Baca juga: BPBD dan Dinsos Kota Bandung Distrbusikan Bantuan Logistik Bencana Tanah Longsor Pasirlangu

“Kami di Dinkes jabar dan juga dinkes kota/kabupaten senantiasa siap, karena kami sudah punya tim reaksi cepat seetiap bencana yang sudah dilatih,” tutur Vini.

Kesiapsiagaan dibuktikan dengan kehadiran tim sejak sabtu sore yang langsung mendirikan posko kesehatan di Desa Pasirlangu, tak jauh dari lokasi bencana. Sedikitnya ada tiga Posko kesehatan, termasuk Puskesmas Pasirlangu.

Kegiatan juga secara cepat dilakukan pihaknya berupa monitoring terhadap seluruh warga terdampak bencana untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mereka sebelum dilakukan tindakan.

Baca juga: Duka Bandung Barat, Dari Firasat KDM Pesan Seribu Nasi Kotak Hingga Bantuan Uang Tunai

“Sesuai arahan Pak Gubernur, dalam setiap tindak kedaruratan, responsif kita diutamakan. Sehingga dari kemarin sore sebetulnya sudah kita siapkan di bidang kesehatan khususnya,” ujarnya.

Ditambahkan Vini, pemantauan kondisi kesehatan pengungsi sudah menjadi SOP yang harus pihaknya lakukan. Kegiatan tersebut untuk memastikan potensi gangguan kesehatan pegungsi, sekaligus upaya antisipasi agar mereka tidak sakit.

Sementara pemeriksaan kesehatan pun sudah mulai dilaksanakan tim dari Dinkes Jabar sejak Minggu pagi, hari ini.

Baca juga: Warga Diungsikan Akibat Banjir Rendam Empat RW, Wali Kota Cimahi: Ini yang Terparah

Vini menyebutkan potensi dan risiko kesakitan yang umumnya muncul di sekitar lokasi bencana, yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta diare.

Namun, hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti ibu hamil dan wanita yang sedang menstruasi selalu menjadi perhatian serius pihaknya setiap kali bertugas di lokasi bencana.

“Berikutnya adalah trauma healing. Karena dalam hal ini ada keluarga yang selamat, ada yang tidak selamat. Nah, yang selamat ini justru traumanya kita antisipasi, secara psikis,” ungkapnya.

Baca juga: Tinjau lokasi Longsor Pasirlangu, KDM Bakal Relokasi Warga dan Kembalikan Fungsi Alam

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Jabar lanjut vini, sealu berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Bandung Barat yang menurutunya memiliki cukup banyak pengalaman penanganan kesehatan kebencanaan saat beberapa kali kasus keracunan MBG.

“Di tahun ini kami sedang kembali menguatkan semua dinas kota/kabupaten dan provinsi dalam menguatkan kebencanaan apapun, teramsuk isu sesar Lembang juga kita persiapkan,” tutup Vini.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *