Bandung Barat – Operasi SAR berupa pencarian dan evakuasi korban bencana longsor Cisarua terus berlanjut. Di hari ketujuh, Jumat (30/1/2026), Tim SAR gabungan kembali menemukan 5 kantong jenazah.
Dengan bertambahnya hasil pencarian hari ketujuh, maka jumlah korban longsor Cisarua yang berhasil ditemukan menjadi 60 kantong jenazah.
“Dari hasil asesmen yang kita lakukan, hari ini cuaca sangat membantu pelaksanaan Operasi SAR. Sehingga alhamdulillah ada 5 bodypack (kantong jenazah) yang bisa kita temukan dan kita serahkan kepada teman-teman DVI,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Baca juga: Mengenal Dua Metode Operasi Modifikasi Cuaca, Dukung Kelancaran Evakuasi Korban Longsor Cisarua
Ia melanjutkan, hingga hari ketujuh operasi SAR, terlah ditemukan total 60 kantong jenazah. Sehingga jumlah korban yang masih akan dilakukan pencarian sebanyak 20 orang.
Syafii menjelaskan, jumlah korban yang belum ditemukan masih bersifat dinamis, sehubungan dengan masih adanya dinamika data dan laporan dari masyarakat serta beberapa sumber informasi lainnya.
“Saya sampaikan bahwa infomasi dan kondisi sebenarnya masih dinamis, khususnya terkait jumlah korban awal. Pertama kali kita mendengar informasi secara resmi bahwa jumlah warga yang melaporkan kehilangan ada 113 orang dengan jumlah 34 KK,” kata Syafii.
Baca juga: Raih UHC Awards, Wali Kota Cimahi: Terpenting Masyarakat Peroleh Layanan Kesehatan Berkualitas
Belakangan jumlah korban yang dilaporkan tersebut bertambah menjadi total 158 orang dari 35 keluarga. Hal tersebut menurutnya merupakan dinamika dalam pelaksanaan Operasi SAR.
Namun, dijelaskan Syafii bahwa jumlah tersebut tak menjadi acuan pihaknya dalam melaksanakan operasi kemanusiaan itu. Tim SAR Gabungan akan secara maksimal menyisir setiap jengkal lokasi bencana.
Dalam pelaksanaannya, operasi SAR didukung oleh berbagai unsur, baik dari darat maupun udara, termasuk dukungan peralatan yang memadai seperti belasan alat berat yang disiagakan di lapangan.
Baca juga: Hari Keenam Pencarian Korban Longsor Cisarua, 41 Kantung Jenazah Teridentifikasi
“Unsur udara kita dibantu 6 pesawat, 5 diantaranya jenis helikopter. Kemudian dibantu 22 drone. Unsur darat, hari ini lebih dari 3.000 potensi SAR yang tergabung, termasuk TNI-Polri, K9 ada 22 yang dilibatkan,” bebernya.
Kendati belum dimaksimalkan penggunaannya karena faktor cuaca dan kondisi lapangan, di lokasi pencarian telah disiagakan 17 alat berat dari Kementerian PU, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, serta TNI-Polri
“Tapi alhamdulillah dari BNPB terus melaksanakan OMC (operasi Modifikasi Cuaca). Mudah-mudahan besok cuaca bisa seperti ini supaya kita bisa lebih pagi melaksanakan operasi,” lanjut Syafii.
Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Upacara Praspa, 260 Perwira Dilantik Oleh Panglima TNI
Kepala Basarnas juga mengungkapkan hasil rapat seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut. Disepakati bahwa operasi SAR akan tetap dilanjutkan, setidaknya hingga akhir dari masa tanggap darurat yang telah ditetapkan sebelumnya.
Meski demikian, ia berharap seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa tanggap darurat habis, yakni 14 hari.
“Akhirnya kita putuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus kita laksanakan, dengan pelibatan semaksimal mungkin kekuatan. Mudah-mudahan sebelum 14 hari kita sudah bisa menemukan seluruh korban,” harapnya.***(Heryana)

























